Terjemahanfrasa JUGA DAPAT BERFUNGSI SEBAGAI SARANA dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dan contoh penggunaan "JUGA DAPAT BERFUNGSI SEBAGAI SARANA" dalam kalimat dengan terjemahannya: Juga dapat berfungsi sebagai sarana penyebaran( untuk menyebar luas).
Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. February 9, 2015 1 min read Komik sebagai Media Pembelajaran Eureka Pendidikan. Secara umum, komik sering diartikan sebagai cerita bergambar hampir serupa media belajar online seperti media belajar fotografi online. Menurut Scout McCloud dalam Waluyanto, 200551 memberikan pendapat bahwa komik dapat memiliki arti gambar-gambar serta lambang lain yang terjukstaposisi berdekatan, bersebelahan dalam urutan tertentu, untuk menyampaikan informasi dan mencapai tanggapan estetis dari pembacanya. Komik sesungguhnya lebih dari sekedar cerita bergambar yang ringan dan menghibur. Komik adalah suatu bentuk media komunikasi visual yang mempunyai kekuatan untuk menyampaikan informasi secara popular dan mudah dimengerti. Hal ini dimungkinkan karena komik memadukan kekuatan gambar dan tulisan, yang dirangkai dalam suatu alur cerita gambar membuat informasi lebih mudah diserap. Teks membuatnya lebih dimengerti, dan alur membuatnya lebih mudah untuk diikuti dan diingat. Media komik merupakan media yang mempunyai sifat sederhana, jelas, mudah dipahami dan lebih bersifat personal sehingga bersifat informatif dan edukatif Rohani, 199721. Menurut Waluyanto 200551 komik sebagai media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dalam konteks ini pembelajaran menunjuk pada sebuah proses komunikasi antara pelajar siswa dan sumber belajar dalam hal ini komik pembelajaran. Komunikasi belajar akan berjalan dengan maksimal jika pesan pembelajaran disampaikan secara jelas, runtut, dan menarik. Berdasarkan definisi di atas, komik pembelajaran merupakan media yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam memahami suatu materi. Penggunaan analogi dan penggambaran cerita dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu siswa untuk memahami suatu materi. Objek-objek yang terlalu kecil, terlalu besar, berbahaya atau bahkan tidak dapat dikunjungi oleh siswa dapat dihadirkan melalui media komik pembelajaran. Secara garis besar menurut Trimo dalam Mariyanah, 200525 media komik dapat dibedakan menjadi dua yaitu komik strip comic strip dan buku komik comic book. Komik strip adalah suatu bentuk komik yang terdiri dari beberapa lembar bingkai kolom yang dimuat dalam suatu harian atau majalah, biasanya disambung ceritanya, sedangkan yang dimaksud buku komik adalah komik yang berbentuk buku. Komik yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis buku komik karena dari beberapa lembar dan dibuat menjadi bentuk buku. Komik memiliki lima kelebihan jika dipakai dalam pembelajaran yaitu komik dapat memotivasi siswa selama proses belajar mengajar; komik terdiri dari gambar-gambar yang merupakan media yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran; komik bersifat permanen; komik bisa membangkitkan minat membaca dan mengarahkan siswa untuk disiplin membaca khususnya mereka yang tidak suka membaca; komik adalah bagian dari budaya popular Gene Yang dalam Wurianto,2009. Komik sebagai media pembelajaran juga tidak terlepas dari kelemahan. Kelemahan-kelemahan tersebut seperti berikut komik membatasi bahkan memungkinkan membunuh imajinasi; penyampaian materi pelajaran melalui media komik terlalu sederhana; penggunaan media komik hanya efektif diberikan pada peserta didik yang bergaya visual Lestari dalam Wurianto,2009. Berdasarkan uraian di atas komik memiliki beberapa kelemahan, maka persiapan penyusunan bahan ajar berupa komik perlu dilakukan dengan baik yaitu gambar pada komik tidak disajikan secara berlebihan agar tidak terjadi penumpulan imajinasi otak, materi yang kompleks tetap disajikan, dan bahan ajar berupa media komik disajikan berbasis komputer melalui program Flip Book Maker. REFERENSI Mariyanah, Nur. 2005. Efektifitas Media Komik dengan Media Gambar Dalam Pembelajaran Geografi Pokok Bahasan Perhubungan dan Pengangkutan Studi Eksperimen pada Siswa Kelas II SMP N 1 Pegandon Kabupaten Kendal Skripsi. Tidak diterbitkan. Rohani, A. 1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta Rineka Cipta. Waluyanto, H, D. 2005. Komik Sebagai Media Komunikasi Visual Pembelajaran. Jurnal Pendidikan, Vol. 7. No. 145-55. Wurianto, Eko. 2009. Komik Sebagai Media Pembelajaran.
Salam kenal, nama saya Si Rajin. Sebagai seorang penulis, saya ingin mengajak pembaca untuk membahas tentang fungsi komik sebagai sarana edukasi. Melalui artikel ini, saya akan menjelaskan secara detail dan terstruktur bagaimana komik dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif. Pengertian Komik Sejarah Komik Fungsi Komik Sebagai Sarana Edukasi FAQ Kelebihan Penggunaan Komik Tips Membuat Komik Edukatif Kesimpulan Pengertian Komik Komik atau kadang disebut juga sebagai buku komik, adalah sebuah media atau bahan bacaan yang menggunakan gambar dan teks untuk menceritakan sebuah cerita. Biasanya, komik dibuat dengan menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami sehingga dapat menarik perhatian pembaca dari berbagai kalangan usia. Sejarah Komik Sejarah komik dimulai sejak abad ke-18 di Inggris. Saat itu, komik masih berupa kartun-kartun singkat yang dimuat di koran. Pada tahun 1895, Outcault menciptakan karakter kartun populer bernama The Yellow Kid yang menjadi terkenal di Amerika Serikat. Fungsi Komik Sebagai Sarana Edukasi Komik dapat digunakan sebagai sarana edukasi yang efektif. Berikut adalah beberapa fungsi komik sebagai media pembelajaran Komik dapat membantu meningkatkan minat baca pada anak-anak dan remaja. Komik dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Komik dapat membantu meningkatkan pemahaman terhadap berbagai topik yang sulit dipahami. Komik dapat membantu meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak-anak. Komik dapat menjadi media yang menyenangkan untuk belajar. Komik dapat membantu memperkaya kosakata dan pengucapan bahasa. Komik dapat membantu meningkatkan kemampuan visualisasi dan pemecahan masalah. Komik dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial dan emosional. FAQ Apakah komik hanya cocok untuk anak-anak? Tidak. Komik dapat digunakan untuk semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Apakah komik dapat menggantikan buku teks? Tidak. Komik dapat digunakan sebagai media tambahan untuk memperjelas materi pembelajaran, namun tetap perlu digunakan buku teks sebagai sumber utama informasi. Apakah komik hanya digunakan untuk materi pelajaran sains dan matematika? Tidak. Komik dapat digunakan untuk semua mata pelajaran, termasuk bahasa dan seni. Bagaimana cara membuat komik yang edukatif? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti pemilihan tema yang sesuai, bahasa yang mudah dipahami, serta penggunaan gambar yang menarik dan bisa mendukung cerita. Apakah komik dapat membantu meningkatkan kreativitas? Ya. Komik dapat membantu meningkatkan kreativitas dan imajinasi seseorang dalam menggambar dan menulis cerita. Apakah komik dapat membantu memperkaya kosakata? Ya. Dalam komik, penggunaan kosakata yang beragam dapat membantu meningkatkan kosakata dan pengucapan bahasa. Apakah komik dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial dan emosional? Ya. Komik dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial dan emosional dengan mengajarkan nilai-nilai moral melalui cerita yang disampaikan. Apakah komik dapat digunakan sebagai media promosi produk? Ya. Komik dapat digunakan sebagai media promosi produk dengan mengemas cerita yang menarik dan informatif. Kelebihan Penggunaan Komik Berikut adalah beberapa kelebihan penggunaan komik sebagai sarana edukasi Media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan Dapat meningkatkan minat baca pada anak-anak dan remaja Membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Dapat menjadi media untuk memperkenalkan budaya dan tradisi tertentu Dapat digunakan untuk semua kalangan usia Tips Membuat Komik Edukatif Berikut adalah beberapa tips dalam membuat komik yang edukatif Pilih tema yang sesuai dengan target pembaca Buat cerita yang mudah dipahami dan menghibur Gunakan bahasa yang mudah dipahami Pilih gambar yang menarik dan mendukung cerita Gunakan layout yang menarik dan rapi Gunakan dialog yang singkat dan padat Masukkan nilai-nilai moral dalam cerita Periksa kembali kesalahan yang ada sebelum dipublikasikan Kesimpulan Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang fungsi komik sebagai sarana edukasi. Komik dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, serta dapat membantu meningkatkan minat baca, kemampuan membaca dan menulis, serta kreativitas pembaca. Dengan memperhatikan beberapa tips dalam membuat komik yang edukatif, kita dapat menciptakan sebuah media pembelajaran yang menarik, mudah dipahami, dan bermanfaat.
Media pembelajaran adalah sarana prasarana dalam menyampaikan materi pembelajaran ke peserta didik. Penentuan media pembelajaran sangat penting agar memotivasi dan meningkatkan hasil belajar peserta sebab itu pada saat pembelajaran jarak jauh maka diperlukan media pembelajaran yang menarik perhatian peserta didik. Salah satu media yang sering digunakan adalah media visual seperti Komik. Komik merupakan media visuak yang menggabungkan gambar dan kata menjadi sebuah alur cerita dan sangat diminati oleh segala usia karena mudah dipahami dan menarik bagi mereka. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Komik Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Christina Indah Metanoia Sihombing Pendidikan Vokasinal Konstruksi Bangunan ChristinaIndahMS_1503618006 Media pembelajaran merupakan proses belajar mengajar yang sering dianggap sebagai alat atau sarana prasana dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Media pembelajaran mempunyai peran penting yaitu memingkatkan dan memotivasi peserta didik dalam memahami materi Listiyani, I. M. & Widayati, A. 2012 PRATIWI, W. & Kurniawan, R. 2013 Purnamasari, H., dkk. 2018 Apriansyah, M. R., dkk. 2020. Komik adalah media grafis atau media visual yang penggabungan dari bentuk/gambar, kata-kata ataupun pengilustrasian dari sebuah materi atau alur cerita yang dimana pembaca dapat membacanya dengan pemahaman dan perasaan dari pembaca sendiri. Ambaryani, G. 2017 Ayu, N. R., dkk. 2019 Issa, S. 2018. Selain itu, komik dapat membantu peserta didik serta pendidik untuk mengekspor berbagai kreativitas dan berpikir kritis Krusemark, R. 2016 Merkt, M., Weigand, S., Heier, A. & Schwan, S. 2011. Komik juga banyak diminatin oleh segala tingkatan pendidikan dan segala umur serta banyak yang memilih untuk membaca komik dibandingkan dengan media pembelajaran lainnya Septiana, F. E. W., dkk. 2015 Saputra, A. D. 2015. Alasan utama yang menguatkan pemilihan komik menurut kutipan Josh Elder dalam Nawi, A. & Mardiyah, S. 2016335 yaitu dengan istilah “3E” 1 Engangement/Keterlibatan, dimana pembaca mengambil peran aktif dalam memahami makna dari teks dan gambar serta alur cerita yang dibuat. 2 Efficiency/Efisiensi, dimana format yang ada didalam komik dapat menyampaikan informasi dalam waktu yang singkat dan efektif. 3 Effectiveness/Efektivitas, dimana dalam pengelolahan komik dapat meningkatkan daya ingat dan transfer belajar lebih baik. Desain dari komik dapat bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan dari berbagai tingkat pendidikan. Beberapa langkah dalam mendesain komik pendidikan antara lain 1 Mengidentifikasi target yang akan membaca atau memahami isi komik tersebut, 2 Pengidentifikasian warna yang sesuai dengan selera dari tingkatan pendidikan, 3 Pembuatan skenario yang dimulai dari tema dan alur sesuai, Budiarti, W. N. & Haryanto, H. 2016. Kelebihan komik dengan media pembelajaran lain 1 Komik dapat membangkitkan persentase membaca, 2 Memotivasi peserta didik karena media visual yang menarik-menarik, 3 Komik membuat peserta didik dapat berpikir kritis dan kreatif Merkt, M., dkk. 2011 Toh, T. L., dkk. 2017 Krusemark, R. 2016. Kekurangan komik dengan media pembelajaran lain antara lain 1 Komik hanya menggunakan media visual sehingga peserta didik yang mengerti melalui audio akan memilih animasi sebagai media pembelajarannya, 2 Komik dapat membuat rasa bosan dengan dunia nyata Lin, S. F., dkk. 2015 Merkt, M., dkk. 2011 Wang, P. Y., dkk. 2011 Implikasi komik dari berbagai penelitian yang menggunakannya sebagai media pembelajaran sangat baik dan fleksibel, selain itu dapat diimplikasikan di berbagai jenjang tingkatan pendidikan dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi dan dapat dimplikasikan keseluruh usia Harbi, A. 2016 Wallner, L. 2017 Fang, N. 2012. Daftar Pustaka Ambaryani, G. S. A. 2017. PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK EFEKTIFITAS DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN FISIK. Jurnal Pendidikan Surya Edukasi JPSE, 31, 19–28. Apriansyah, M. R., Sambowo, K. A., & Maulana, A. 2020. Pengembangan Media Pembelajaran Video Berbasis Animasi Mata Kuliah Ilmu Bahan Bangunan Di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA. Jurnal Pendidikan Teknik Sipil, 91, 8–18. Ayu, N. R., Arthur, R., & Neolaka, A. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Komik pada Konstruksi Bangunan. Jurnal Pensil, 81, 40–46. Budiarti, W. N., & Haryanto, H. 2016. Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas Iv. Jurnal Prima Edukasia, 42, 233. Fang, N. 2012. Using Computer Simulation and Animation to Improve Student Learning of Engineering Dynamics. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 56Ictlhe, 504–512. Harbi, A. 2016. He isn ’ t an animal , he isn ’ t a human ; he is just different ’ exploring the medium of comics in empowering children ’ s critical thinking. Journal of Graphic Novels and Comics, 0000, 1–14. Issa, S. 2018. Comics in the English classroom a guide to teaching comics across English studies. Journal of Graphic Novels and Comics, 94, 310–328. Krusemark, R. 2016. Comic books in the American college classroom a study of student critical thinking. Journal of Graphic Novels and Comics, 00, 1–20. Lin, S. F., Lin, H. shyang, Lee, L., & Yore, L. D. 2015. Are Science Comics a Good Medium for Science Communication? The Case for Public Learning of Nanotechnology. International Journal of Science Education, Part B Communication and Public Engagement, 53, 276–294. Listiyani, I. M., & Widayati, A. 2012. Pengembangan Komik Sebagai Media Pembelajaran Akuntansi Pada Kompetensi Dasar Persamaan Dasar Akuntansi Untuk Siswa Sma Kelas Xi. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 102, 80–94. Merkt, M., Weigand, S., Heier, A., & Schwan, S. 2011. Learning with videos vs. learning with print The role of interactive features. Learning and Instruction, 216, 687–704. Nawi, A., & Mardiyah, S. U. K. 2016. PENGEMBANGAN KOMIK EDUKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SMK KOMPETENSI KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN. 22, 333–342. Ogier, S., & Ghosh, K. 2018. Exploring student teachers’ capacity for creativity through the interdisciplinary use of comics in the primary classroom. Journal of Graphic Novels and Comics, 94, 293–309. PRATIWI, W., & Kurniawan, R. 2013. Penerapan Media Komik Sebagai Media Pembelajaran Ekonomi Di Sma Negeri 3 Ponorogo. Jurnal Pendidikan Ekonomi JUPE, 13, 1–16. Purnamasari, H., Siswoyo, S., & Serevina, V. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran E-Komik Pada Materi Dinamika Rotasi. VII, SNF2018-PE-29-SNF2018-PE-35. Saputra, A. D. 2015. Aplikasi Komik sebagai Media. M U a D D I B, 05ISSN 2088-3390, 01. Septiana, F. E. W., Syafi’i, W., & Darmadi. 2015. Pengembangan Komik Sebagai Media Pembelajaran IPA Kelas VII SMP pada Materi Pokok Interaksi Makhluk Hidup dan Lingkungan. 1–12. Toh, T. L., Cheng, L. P., Ho, S. Y., Jiang, H., & Lim, K. M. 2017. Use of comics to enhance students’ learning for the development of the twenty-first century competencies in the mathematics classroom. Asia Pacific Journal of Education, 374, 437–452. Wallner, L. 2017. Speak of the bubble – constructing comic book bubbles as literary devices in a primary school classroom literary devices in a primary school classroom. Journal of Graphic Novels and Comics, 0000, 1–21. Wang, P. Y., Vaughn, B. K., & Liu, M. 2011. The impact of animation interactivity on novices’ learning of introductory statistics. Computers and Education, 561, 300–311. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this paper discusses the use of comics in teaching mathematics in the secondary mathematics classroom. We explicate how the use of comics in teaching mathematics can prepare students for the twenty-first century competencies. We developed an alternative teaching package using comics for two lower secondary mathematics topics. This alternative teaching package consists of 1 several sets of comic strips expounding all related mathematical concepts in a lively way; 2 tiered practice questions for learning reinforcement; and 3 a set of proposed lesson outlines with suggestions on how to use the comics for mathematics teaching. We also report how one of the teachers in our study used this teaching package in her mathematics lessons. Her lessons were video-recorded and 11 students were interviewed to help us understand how the mathematics comics lessons were enacted and the students’ perception of comics as instruction. We identified instances in which the teacher tweaked the provided resource to further enhance student learning and incorporated elements of the twenty-first century competencies during her lessons. Through selected student interviews, we also identified instances in which students commented on their gain from the new approach from the perspective of the twenty-first century competencies. Susan OgierKerenza GhoshThe place of arts within primary education is under constant pressure for a variety of reasons, but never more so than under the current political and educational climate in schools in England, where teachers must ensure that children are able to meet test criteria in core’ subjects. Time in the curriculum for learning experiences that children enjoy, which enable them to develop their imagination and creative abilities, can be squeezed almost to non-existence in some English schools. Using materials such as comics, that are understood to be enjoyed by children but are essentially seen by adults as leisure pursuits, can be an innovative way to motivate and inspire children’s learning across the curriculum. For undergraduate student teachers on a Primary Initial Teacher Education course at a university in London, UK, the opportunity to experience children’s learning in and through arts subjects, alongside literacy, is seen as fundamental to their own self-development as creative teachers of the future. This article will explore the potential of comics as a medium for learning in art and literacy, and show how one group of student teachers developed confidence in their own creative capacity through devising and implementing a cross-curricular project based on comics. Lars WallnerThis article investigates teachers’ and pupils’ use of speech and thought bubbles in a classroom literacy project involving comics. Through studying video data on naturally occurring classroom interaction whereby participants in Grade 3 ages 9–10 talk about bubbles, the aim of this article is to increase knowledge of how bubbles are constructed as devices of literacy. The analysis focuses on the action-oriented aspects of discursive psychology emphasis, word repetition, uptake and the use of signs, symbols, and text in the comics. Results show how participants negotiate combinations of shapes, symbols and text to construct common knowledge concerning bubbles. Furthermore, teachers use pupils’ drawn bubbles, adding to them a variety of multimodal expressions, thereby illustrating how narrative focalization and character prosody are constructed in the reading of comics. The study of how bubbles are constructed contributes to a larger theme of studying classroom instruction using comics as resources for doing books possessing the features of humour, narrative, and visual representation are deemed as a potential medium for science communication; however, empirical studies exploring the effects of comics are scarce. The purposes of this study were to examine and compare the impacts of a comic book and a text booklet on conveying the concepts of nanotechnology and to investigate public perceptions of using comics as a tool for science communication. A mixed-methods quasi-experimental design was used to explore these central issues. Three instruments were adopted to assess public knowledge of nanotechnology, public attitudes towards nanotechnology, and public emotional perceptions of learning science. Furthermore, 7 short-answer questions accompanying the posttest as well as interviews were administered to enrich the instrument results. The proportional stratified sampling method was used to recruit more than 300 adults as a pool of participants. Finally, the responses of 194 participants who completed the instruments were analysed. The results indicated that the comic book significantly promoted laypeople's knowledge of and attitudes towards nanotechnology as did the text booklet. It is noted that the comic book increased the participants' interest in and enjoyment of learning, while the text booklet decreased their interest and enjoyment. More comic readers were interested in learning nanotechnology via comics than text readers were interested in learning via text. Although there was no significant difference between the 2 media in the aspects of knowledge and attitude, the results of emotional perceptions imply that science comics have the potential to develop laypeople's ongoing interest and enjoyment for learning science by reading Mei Listiyani Ani WidayatiPenelitian ini bertujuan 1 Mengembangkan komik sebagai media pembelajaranakuntansi untuk siswa SMA kelas XI; 2 Mengetahui kelayakan komik akuntansi berdasarkanpenilaian ahli materi, ahli media dan guru akuntansi; 3 Mengetahui pendapat siswa mengenaimedia pembelajaran berbentuk komik akuntansi 4 Mengetahui dampak penggunaan komikakuntansi pada pembelajaran akuntansi SMA Kelas XI melalui nilai tes siswa untuk kompetensipersamaan dasar ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan Research andDevelopment dalam pembelajaran Akuntansi di Sekolah Menengah Atas. Modelpengembangan yang diterapkan terdiri atas; 1 tahap analisis kebutuhan, 2 tahap desainproduk, 3 tahap produksi, 4 tahap validasi dan evaluasi, 5 tahap revisi, 6 tahap uji cobaproduk, serta 7 tahap analisis dan revisi akhir. Tahap validasi dilakukan dengan validasiproduk yang dilakukan oleh ahli materi akuntansi, ahli media pembelajaran dan praktisipembelajaran akuntansi SMA yaitu guru akuntansi SMAN I Candimulyo. Produk yangdikembangkan diujicobakan pada 24 siswa kelas XI SMAN 1 Candimulyo. Pengumpulan datadilakukan dengan angket dan tes. Angket kelayakan untuk ahli dan praktisi, angket pendapatdan soal tes ditujukan kepada penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbentuk Komik Akuntansiini sangat layak untuk digunakan, terbukti dengan skor penilaian oleh ahli materi denganjumlah 131,11 atau sebesar 87,54% sangat baik, skor penilaian ahli media jumlah 105,50 atausebesar 92% sangat baik dan skor penilaian oleh praktisi pembelajaran dengan jumlah 169atau sebesar 99,39% sangat baik. Pada ujicoba lapangan pembelajaran dengan menggunakankomik akuntansi, berhasil meningkatkan rata-rata nilai test siswa dari 51,88 manjadi 92, demikian, media pembelajaran berbentuk komik ini sangat layak digunakan untukpembelajaran akuntansi di SMA Kelas Kunci Komik Akuntansi, Media Pembelajaran, Persamaan Dasar Alumni Renee KrusemarkAmerican college literature classes often have objectives and outcomes to address needed real-world skills, such as critical thinking, but the methods to teach and measure these skills has been considered outdated. Comic books, as a type of multimodal literature, are perceived to connect to real-world reading and writing better than traditional text-only’ literature; furthermore, comic books are gaining educational merit as their use in the classroom has increased in the twenty-first century. Using a mixed-method embedded design, this study explored how comic books engage critical thinking in a group N = 17 of American college literature students and how this critical thinking compared to critical thinking engagement in traditional no images literature. The study suggests that comic books engage student critical thinking at levels equal to or greater than traditional no images complementary studies, one in the laboratory and one in the field, compared the usage patterns and the effectiveness of interactive videos and illustrated textbooks when German secondary school students learned complex content. For this purpose, two videos affording different degrees of interactivity and a content-equivalent illustrated textbook were used. Both studies showed that in contrast to previous studies working with non-interactive videos, the effectiveness of interactive videos was at least comparable to that of print, probably due to the possibilities provided for self-regulated information processing. It was shown that the interactive features of the videos were used spontaneously. However, features enabling micro-level activities, such as stopping the video or browsing, seemed to be more beneficial for learning than features enabling macro-level activities, such as referring to a table of contents or an index. This finding is explained by students’ misconceptions about the use of features enabling macro-level WangBrandon K. Vaughn Min LiuThis study examined the impact of animation interactivity on novices’ learning of introductory statistics. The interactive animation program used in this study was created with Adobe Flash following Mayer’s multimedia design principles as well as Kristof and Satran’s interactivity theory. This study was guided by three main questions 1 Is there any difference in achievement improvement among students who use different interactive levels of an animation program? 2 Is there any difference in confidence improvement among students who use different interactive levels of an animation program? 3 Is there any difference in program perception among students who use different interactive levels of an animation program?Penerapan Media Komik Sebagai Media Pembelajaran Ekonomi Di Sma Negeri 3 PonorogoW PratiwiR KurniawanPRATIWI, W., & Kurniawan, R. 2013. Penerapan Media Komik Sebagai Media Pembelajaran Ekonomi Di Sma Negeri 3 Ponorogo. Jurnal Pendidikan Ekonomi JUPE, 13, 1-16.
5. Kelebihan dan Kekurangan Komik Sebagai media visual, komik juga mempunyai kelebihan maupun kelemahan dalam pembelajaran. Kelebihan media komik, disamping sifat-sifat komik yang khas, harus diakui efektivitas media dalam pembelajaran merupakan segi yang menguntungkan dalam pendidikan. Dalam proses pembelajaran komik mempunyai beberapa kelebihan antara lain a Peranan pokok dari buku komik dalam instruksional adalah kemampuannya dalam menciptakan minat peserta didik. b Membimbing minat baca yang menarik pada peserta didik. c Melalui bimbingan dari guru komik dapat berfungsi sebagai jempatan untuk menumbuhkan minat baca. d Komik menambah pembendaharaan kata-kata pembacanya. e Mempermudah anak didik mengangkap hal-hal atau rumusan yang abstrak. f Dapat mengembangkan minat baca anak dan salah satu bidang studi yang lain, g Seluruh jalan cerita komik pada menuju satu hal yakni kebaikan atau studi lain. h Penyajiannya mengandung unsure visual dan cerita yang kuat, yang mampu membuat pembaca untuk terus membaca hingga akhir. 23 Menurut Hurlock menjelaskan 40actor40e yang menentang komik adalah 24 a Komik mengalihkan perhatian anak dari bacaan lain yang lebih berguna b Karena gambar menerangkan cerita, anak yang kurang mampu membaca tidak akan berusaha membaca teks c Lukisan, cerita dan bahasa kebanyakan komik bermutu rendah d Komik menghambat anak melakukan bentuk bermain lainnya e Dengan menggambarkan perilaku anti 40actor, komik mendorong tumbuhnya agresivitas dan kenakalan remaja f Komik menjadikan kehidupan sebenarnya membosankan dan tidak menarik . 6. Komik Sebagai Media Pembelajaran Sebagai media komunikasi visual, komik dapat digunakan sebagai media alat bantu pembelajaran yang mampu menyampaikan informasi secara efektif dan efisien. Komik dapat menjadi pilihan sebagai media pembelajaran karena adanya kecenderungan banyak siswa lebih menyenangi bacaan media hiburan seperti komik 23 Susila, Rudi dan Riyana, Media Pembela jaran Hakikat Pengembangan Pemanfaatan dan Penilaian, Bandung Wacana Prima,2007, 24 Annisa Nurul Aini Pasaribu, Pengaruh Penggunaan Media Komik …, dibandingkan dengan membaca buku pelajaran dan menggunakan waktu mereka untuk belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah PR. Berikut beberapa kelebihan penggunaan media komik dalam pembelajaran, yaitu 25 a Komik memiliki sifat yang sederhana dalam penyajiannya b Memiliki unsur urutan cerita yang memuat pesan yang besar tetapi disajikan secara ringkas dan mudah dicerna c Diengkapi dengan bahasa verbal yang dialogis d Dengan adanya perpaduan antara bahasa verbal dan non verbal, dapat mempercepat pembaca memahami isi pesan yang dibacanya, karena pembaca terbantu untuk tetap fokus dan tetap pada jalurnya. e Ekspresi yang divisualisasikan membuat pembaca terlibat secara emosional, mengakibatkan pembaca ingin terus membacanya hingga selesai f Selain sebagai media pembelajaran, komik juga dapat berfungsi sebagai sumber belajar . Komik sebagai media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran tersebut, dalam hal ini pembelajaran merujuk pada sebuah proses komunikasi antara siswa dan sumber belajar dalam hal ini komik pembelajaran atau penulis komik tersebut. Komunikasi belajar akan berjalan dengan maksimal 25 Zulkifli, Pengaruh Media Komik …, hal. 21 jika pesan pembelajaran disampaikan secara jelas, runtut, dan menarik. 26 C. Hakikat Belajar dan Hasil Belajar
selain berfungsi sebagai sarana pendidikan komik edukasi juga berfungsi sebagai